Sabtu, 28 Mei 2011

15 Mahasiswa Unpad Kehilangan Hak Beasiswa Bidik Misi - "Gara-gara Mengaku Orang Miskin"

GARA-GARA mengaku berasal dari keluarga miskin, pemberian beasiswa Bidik Misi untuk 15 mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) angkatan 2010 dihentikan. Status kemahasiswaan para mahasiswa tersebut memang tidak diberhentikan, namun mereka kini berstatus mahasiswa reguler. 

"Artinya mereka tetap harus bayar seperti yang diatur di Unpad," terang Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia dalam jumpa pers kepada wartawan di kampus Unpad, Jln. Dipati Ukur, Selasa (24/5). 

Dikatakan Ganjar, tahun 2010 Unpad mendapatkan kuota 500 mahasiswa penerima Bidik Misi yang dibiayai pemerintah pusat. Meski tidak merasa kecolongan atas temuan adanya mahasiswa kaya yang mengaku miskin, Ganjar mengaku perlu adaptasi untuk program Bidik Misi tersebut. 

"Banyak hal yang perlu diadaptasi oleh Unpad. Jadi baru diketahui oleh kami, setelah mereka (15 mahasiswa, red) ini sudah menempuh dua semester," terangnya. 

Mengenai sanksi, Ganjar mengatakan, hanya mengalihkan status penerimaan beasiswa saja. "Ada yang bilang pembiayaan yang dikeluarkan selama mereka menikmati Bidik Misi harus dikembalikan. Tetapi, kami rasa tidak perlu. Sudahlah kasihan anak-anak ini. Jadi kami hanya mengalihkan ke-15 mahasiswa ini menjadi mahasiswa reguler seperti lainnya," tuturnya. 

Sebagai gantinya, Ganjar akan mencari mahasiswa lain dengan jumlah yang sama dan benar-benar berasal dari keluarga miskin. Antisipasi tahun 2011, pihaknya kemudian melakukan "operasi iseng". Tim dalam operasi ini diisi 25 orang yang melakukan kroscek/verifikasi kepada para calon penerima beasiswa Bidik Misi. 

Tahun ini Unpad juga masih menerima kuota Bidik Misi bagi 500 mahasiswa. Saat ini, dari 915 calon mahasiswa yang diterima melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) jalur undangan, terdapat 474 orang yang diproyeksikan akan mendapatkan beasiswa Bidik Misi. Peminat untuk Bidik Misi ke Unpad sendiri mencapai 6 ribu peserta. Sementara untuk verifikasi, saat ini masih terus berjalan.

"Dalam pertemuan dengan orangtua calon mahasiswa, saya katakan mari junjung kejujuran. Jika memang miskin, ayo bersama Unpad akan dibantu dan diberi Bidik Misi dari negara. Tetapi jika tidak miskin atau mengaku miskin, kita doakan bersama agar keesokan harinya memang dimiskinkan saja," terangnya dengan nada bercanda.



http://www.klik-galamedia.com/indexnews.php?wartakode=20110526110835&idkolom=tatarbandung

1 komentar:

  1. .Saya Aris di Medan .
    saya didaftarkan dari skola,saya pilih agroteknologi pertanian unpad.
    apakah peluang saya untuk masuk Universitas padjadjaran sama dgn siswa di Bandung sndiri?
    tnpa adanya pembelaan trhdap warganya sndiri?

    BalasHapus